Kamis, 29 Maret 2012

MENGENAL LEBIH DEKAT BELIMBING WULUH (Averhoa Belimbi L.)

BELIMBING WULUH
( Averhoa Belimbi L. )

Penulis : Najemianti, A.Ma (GURU KELAS IVA)
       
Anak – anak, tumbuhan/pohon belimbing wuluh masih satu rumpun dengan tumbuhan belimbing. Tapi, bila dilihat dari susunan daunnya, tumbuhan belimbing wuluh lebih mirip dengan tumbuhan ceremai.
Tumbuhan belimbing wuluh atau belimbing bulu dan di Jawa Barat tumbuhan ini lebih dikenal dengan nama calincing.
   Tinggi tumbuhan belimbing wuluh sekitar 5 – 10 meter cabang serta rantingnya berbentuk lurus. Daunnya hampir berbentuk bulat telur, duduk berhadapan dan terletak pada tangkai yang panjang. Bunganya kecil – kecil dan tersusun dalam malai panjang yang tumbuh berkelompok di batang dan cabang tanaman. Warnanya kuning / hijau muda dengan mahkota ungu kemerahan. Dari bunga - bunga inilah kemudian tumbuh buah – buahnya yang berbentuk jorong, berukuran sebesar jempol tangan, dan warnanya hijau pupus terang. Daging buah tebal dan berair, dan banyak biji, dan rasanya masam.
Anak – anak, itulah tumbuhan buah belimbing wuluh. Buah ini tidak termasuk dalam kelompok buah meja, tapi masuk dalam kelompok buah penyegar.
Masyarakat pedesaan memanfaatkan belimbing wuluh untuk bumbu dapur atau dibuat manisan.
Perlu diketahui bahwa belimbing wuluh adalah tumbuhan asli dari Indonesia dan daratan Malaysia. Sekarang tumbuhan ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat daerah tropika lainnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh subur pada tanah daratan rendah dengan ketinggian 500 meter dari permukaan air laut.
Kebanyakan masyarakat pedesaan menanam tumbuhan ini hanya sebagai pelengkap pekarangan saja. Untuk memperbanyaknya dapat dilakukan  melalui pencangkokkan dan melalui biji.
Anak – anak, apakah kalian berminat belajar bertanam tumbuhan ini. Jika kalian berminat, ikutlah petunjuk di bawah ini.

Carilah tumbuhan belimbing wuluh di daerah sekitar kampungmu. Kalau ada, cangkoklah cabangnya dengan ukuran ± 3 cm.
Bila cangkokan telah banyak berakar (sekitar 3 bulan), potonglah sekitar 10 cm di bawah pembungkus cangkokan.
Setelah tali dan pembungkus media cangkokan dilepas dan tangkai – tangkai daunnya sebagian dipotong, tanamkanlah pada keranjang bibit yang telah diisi media tanah + kompos dengan ukuran 1 :1 .
Letakkan keranjang bibit ini pada tempat yang teduh, tetapi terkena sinar matahari pagi. Siramlah tanaman bibit ini setiap hari secara teratur.
Pendederan harus kalian lakukan sekurang – kurangnya selama 2 bulan. Selam 2 bulan itu tumbuhan ini sudah menampakan diri sebagai tanaman yang dapat hidup mandiri, yaitu tunas – tunasnya yang baru sudah  mulai tumbuh. Kemudian 2 minggu sebelum bibit dipindah ke pekarangan, galilah tanah untuk penanamannya. Galihlah tanah ukuran 50 x 50 x 50 cm. campurkan tanah galian dengan 2 kaleng blek pupuk kandang.
Masukkan kembali tanah yang telah diaduk itu ke lubang penanaman. Biarkan lubang penanaman terbuka sampai waktu penanaman.
Sewaktu penanaman ke lubang, keranjang bibit harus dilepas. Tanah yang mengikat akar harus ikut tertanamkan agar kedudukan perakaran tidak bergerak – gerak.
Siramlah tumbuhan muda itu setiap hari secara teratur sampai tanaman betul – betul tumbuh sehat.
Tumbuhan belimbing wuluh sudah dapat berbuah sekitar umur 3 – 4 tahun setelah penanaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar