Kamis, 24 Mei 2012
pengolahan limbah kantong kresek menjadi bunga meja yang cantik
Oleh : Gita Julianti
Malik (Kls VA SDN 11 MANDONGA)
Teman-teman…. Pasti sudah tau don’k dengan yang
namanya kantung kresek? Sepertinya Barang tersebut sudah menjadi bagian
dari hidup kita sehari-hari, seperti dalam urusan bungkus-membungkus mulai dari
pedagang kaki lima, abang toko
kelontong, abang sayur, pasar tradisional, warteg pinggir jalan, sampai
supermarket pun juga menggunakan barang ini. Dan karena sering digunakan
pastinya sampah akan kantung kresek pasti akan banyak… dan kita ketahui bersama
bahwa limbah kantung kresek tidak dapat diurai oleh alam sehingga dapat
mencemari tanah. Dan akhir-akhir ini juga kita sering mendengar pemberitaan di
TV bahwa kantung kresek memiliki kandungan zat kimia berbahaya yang dapat
memicu terjadinya penyakit kanker. Wah ternyata banyak dampak negative yang
ditimbulkan oleh barang yang kita anggap biasa yah teman-teman.
Untuk meminimalisir
sampah kantung kresek di alam, kita dapat
mengolahnya kembali menjadi sebuah bunga yang unik dan cantik yang dapat
menambah keindahan ruangan kelas atau pun rumah kita. Bahan-bahannya gampang
dicari karena banyak ditemukan di sekitar kita dan cara pembuatanya gampang loh
teman-teman. Ikuti saja petunjuk di bawah ini.
Cara membuat Bunga bola kantung kresek
Alat & Bahan:
Cara
pembuatannya:
v Buatlah kapas
menjadi bulatan-bulatan kecil, lalu bungkus dengan kantung kresek warna-warni.,
lalu ikat dengan benang jahit. Setelah bulatan kapas terbungkus dengan kantung
kresek selesai, ikatlah pada lidi dengan susunan dan jarak yang kamu inginkan (bisa disusun
satu-satu atau susun 2-4 bulatan). Setelah pemasangan bola-bola kapas di lidi
selesai, lilitkanlah benang wol keseluruh bagian lidi sampai warna lidi
sesungguhnya tidak terlihat. Setelah semuanya selesai, maka bunga bola kapas
sudah dapat kita taruh di atas meja dan tentunya ruangan kelas atau rumah kita
akan kelihatan lebih indah dan cantik….
Selamat mencoba yah teman-teman…
& Good Luck
JJJJJJJ
Tips menghemat air

Oleh: Dwi Anggista (Kls. VI A SDN
11 Mandonga)
Hai temanku ……!
Air itu sangat penting untuk
kita. Kamu tau ngga? Di kota Kita tercinta ini sudah mulai kekurangan air lho.
Itu semua karena kesalahan kita yang selalu boros menggunakan air. Belajar dari
kenyataan itu, maka saat ini kita harus segera menghemat air, agar persediaan
air dalam tanah tidak terpakai habis.
Nah, aku punya beberapa tips
untuk menghemat pemakaian air. Ini ni …… caranya:
1.
Mandi 2 kali sehari dengan
air secukupnya saja. Dengan air 2 ember saja kamu sudah bisa mandi dengan
bersih. Caranya! Siramlah air ke sekujur tubuh melalui kepala, kemudian gosok
badan dengan sabun, pakai shampoo lalu bilas lagi dengan air sampai kulit tidak
licin karena sabun.
2.
Menyiram bunga pada waktu
pagi hari, dimana tanamn masih berembun, sehingga embun tersebut jatuh ke tanah
bersama air, tidak lenyap disinari matahari.
3.
Mencuci pakaian, kendaraan
dan perabot lainnya setiap hari minggu.
pengolahan sampah organik/anorganik menjadi pupuk kompos sederhana
OLEH: SAMSUL BAHRI, S.Pd (GURU PKPLH)
SDN 11
Mandonga Kendari mendaur ulang sampah, tidak semua sampah dibuang tapi
dipergunakan sesuai dengan jenis sampahnya, misalnya sampah an organic, seperti
gelas - gelas minuman bisa dijadikan penutup kue (Bosara ,juga dijadikan horden).
Sampah organic yaitu sisa daun – daunan dan sisa makanan, bisa dijadikan pupuk
kompos sederhana, Untuk pembuatan pupuk kompos ini bisa ditambah dengan bahan –
bahan lain.
Adapun cara pembuatan pupuk kompos
sederhana adalah sebagai berikut :
A. Bahan –
bahan pembuatan pupuk kompos:
@ Komponen Basah ( kotoran hewan dan daun-daunan
@ Komponen kering ( Tanah dan serbuk gergaji }
@ EM 4 ( berfungsi untuk mempercepat fermentase )
@ Larutan gula merah ( Untuk melarutkan bahan )
B. Cara
Pembuatan Pupuk Kompos sederhana:
@ Campurkan kedua komponen ( komponen basah dan kering )
@ Kemudian diaduk sampai rata
@ Sambil menunggu kedua komponen rata ( tercampur ) kita siapkan
larutannya.
Kamis, 29 Maret 2012
MENGENAL LEBIH DEKAT BELIMBING WULUH (Averhoa Belimbi L.)
BELIMBING WULUH
( Averhoa Belimbi L. )
Penulis : Najemianti, A.Ma (GURU KELAS IVA)
Anak – anak, tumbuhan/pohon belimbing wuluh masih satu rumpun dengan tumbuhan belimbing. Tapi, bila dilihat dari susunan daunnya, tumbuhan belimbing wuluh lebih mirip dengan tumbuhan ceremai.
Tumbuhan belimbing wuluh atau belimbing bulu dan di Jawa Barat tumbuhan ini lebih dikenal dengan nama calincing.
Tinggi tumbuhan belimbing wuluh sekitar 5 – 10 meter cabang serta rantingnya berbentuk lurus. Daunnya hampir berbentuk bulat telur, duduk berhadapan dan terletak pada tangkai yang panjang. Bunganya kecil – kecil dan tersusun dalam malai panjang yang tumbuh berkelompok di batang dan cabang tanaman. Warnanya kuning / hijau muda dengan mahkota ungu kemerahan. Dari bunga - bunga inilah kemudian tumbuh buah – buahnya yang berbentuk jorong, berukuran sebesar jempol tangan, dan warnanya hijau pupus terang. Daging buah tebal dan berair, dan banyak biji, dan rasanya masam.
Anak – anak, itulah tumbuhan buah belimbing wuluh. Buah ini tidak termasuk dalam kelompok buah meja, tapi masuk dalam kelompok buah penyegar.
Masyarakat pedesaan memanfaatkan belimbing wuluh untuk bumbu dapur atau dibuat manisan.
Perlu diketahui bahwa belimbing wuluh adalah tumbuhan asli dari Indonesia dan daratan Malaysia. Sekarang tumbuhan ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat daerah tropika lainnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh subur pada tanah daratan rendah dengan ketinggian 500 meter dari permukaan air laut.
Kebanyakan masyarakat pedesaan menanam tumbuhan ini hanya sebagai pelengkap pekarangan saja. Untuk memperbanyaknya dapat dilakukan melalui pencangkokkan dan melalui biji.
Anak – anak, apakah kalian berminat belajar bertanam tumbuhan ini. Jika kalian berminat, ikutlah petunjuk di bawah ini.
Carilah tumbuhan belimbing wuluh di daerah sekitar kampungmu. Kalau ada, cangkoklah cabangnya dengan ukuran ± 3 cm.
Bila cangkokan telah banyak berakar (sekitar 3 bulan), potonglah sekitar 10 cm di bawah pembungkus cangkokan.
Setelah tali dan pembungkus media cangkokan dilepas dan tangkai – tangkai daunnya sebagian dipotong, tanamkanlah pada keranjang bibit yang telah diisi media tanah + kompos dengan ukuran 1 :1 .
Letakkan keranjang bibit ini pada tempat yang teduh, tetapi terkena sinar matahari pagi. Siramlah tanaman bibit ini setiap hari secara teratur.
Pendederan harus kalian lakukan sekurang – kurangnya selama 2 bulan. Selam 2 bulan itu tumbuhan ini sudah menampakan diri sebagai tanaman yang dapat hidup mandiri, yaitu tunas – tunasnya yang baru sudah mulai tumbuh. Kemudian 2 minggu sebelum bibit dipindah ke pekarangan, galilah tanah untuk penanamannya. Galihlah tanah ukuran 50 x 50 x 50 cm. campurkan tanah galian dengan 2 kaleng blek pupuk kandang.
Masukkan kembali tanah yang telah diaduk itu ke lubang penanaman. Biarkan lubang penanaman terbuka sampai waktu penanaman.
Sewaktu penanaman ke lubang, keranjang bibit harus dilepas. Tanah yang mengikat akar harus ikut tertanamkan agar kedudukan perakaran tidak bergerak – gerak.
Siramlah tumbuhan muda itu setiap hari secara teratur sampai tanaman betul – betul tumbuh sehat.
Tumbuhan belimbing wuluh sudah dapat berbuah sekitar umur 3 – 4 tahun setelah penanaman.
Langganan:
Postingan (Atom)


